Situbondo – Mahasiswi Program Studi Biologi Universitas Annuqayah melaksanakan perkuliahan lapangan di Taman Nasional Baluran, Situbondo, pada hari Jum’at, 13 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendalaman teori dan praktik lapang pada mata kuliah Ekologi Tumbuhan dan Biologi Mangrove, yang dibimbing langsung oleh dosen pengampu, Akhmad Ferdiansyah, M.Pd
Baluran, yang dikenal sebagai Africa van Java karena kekayaan dan keberagaman ekosistemnya, menjadi lokasi ideal untuk studi ekologi dan keanekaragaman hayati. Dalam kegiatan ini, mahasiswi semester VI diajak untuk melakukan analisis dan pengamatan langsung terhadap berbagai ekosistem yang ada di kawasan tersebut, mulai dari savana, hutan musim, hingga kawasan mangrove di wilayah Bama.
Analisis Ekosistem dan Keanekaragaman Hayati
Mahasiswi melakukan serangkaian kegiatan ilmiah, antara lain:
- Pemetaan Ekosistem: Mengidentifikasi dan memetakan tipe-tipe ekosistem di area Baluran menggunakan survei lapangan berbasis peta topografi.
- Inventarisasi Spesies Kunci: Mencatat keberadaan flora dan fauna, khususnya spesies kunci dan indikator, termasuk satwa endemik serta jenis-jenis vegetasi khas daerah pantai dan mangrove.
- Perhitungan Indeks Keanekaragaman: Menggunakan metode seperti Indeks Shannon-Wiener dan Simpson untuk menganalisis tingkat kekayaan dan distribusi spesies di masing-masing ekosistem.

Dalam sesi mata kuliah Biologi Mangrove, kegiatan lebih difokuskan pada analisis vegetasi di kawasan mangrove Bama. Para mahasiswa melakukan pengamatan mendalam terhadap struktur vegetasi, komposisi spesies, serta potensi ekologis kawasan pesisir.
Pembelajaran Kontekstual dan Ekologis
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman teoritis yang telah didapatkan di kelas, tetapi juga memberikan pengalaman belajar langsung yang sangat penting untuk pengembangan keilmuan, kreativitas, dan keterampilan mahasiswa di bidang ekologi dan lingkungan.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mengenal ekosistem secara teori, tetapi juga memahami secara langsung bagaimana proses ekologis bekerja di lapangan. Pengalaman ini penting sebagai bekal untuk masa depan mereka sebagai ilmuwan dan pegiat lingkungan,” ungkap Akhmad Ferdiansyah, M.Pd., dosen pengampu mata kuliah.
Universitas Annuqayah melalui Program Studi Biologi terus mendorong model pembelajaran berbasis pengalaman lapangan sebagai bagian dari upaya membangun generasi akademisi yang peka terhadap isu-isu lingkungan dan konservasi.
